Mudik Pakai Mobil Listrik, Wajib Paham Tipe SPKLU di Indonesia

Otomotif10 Views

Mudik Pakai Mobil Listrik, Wajib Paham Tipe SPKLU di Indonesia Jakarta – Tren kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Tak hanya digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan, kini kendaraan listrik mulai dilirik sebagai moda transportasi untuk perjalanan jarak jauh, termasuk saat mudik Lebaran. Namun, sebelum Anda memutuskan mudik pakai mobil listrik, ada satu hal penting yang wajib dipahami, yakni jenis-jenis SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang tersebar di berbagai titik Indonesia.

Memahami perbedaan tipe SPKLU sangat krusial karena akan memengaruhi waktu pengisian daya, konektor yang digunakan, dan rencana rute perjalanan. Berikut ini ulasan lengkap mengenai tipe-tipe SPKLU di Indonesia, lokasi umum keberadaannya, serta tips agar mudik dengan mobil listrik tetap lancar dan efisien.

Apa Itu SPKLU?

Mobil Listrik

SPKLU adalah infrastruktur yang disediakan untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik. SPKLU di Indonesia umumnya dikelola oleh PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik nasional, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, swasta, hingga pengelola rest area jalan tol.

SPKLU kini bisa ditemukan di rest area tol Trans Jawa, kantor PLN, mal, gedung perkantoran, hingga area SPBU tertentu. Ketersediaannya pun makin meningkat dari tahun ke tahun, sebagai bagian dari upaya percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Tipe-Tipe SPKLU di Indonesia

Mobil Listrik

1. SPKLU Ultra Fast Charging (UFC)

  • Daya: 150–200 kW
  • Kecepatan Pengisian: 15–30 menit untuk 80% daya
  • Lokasi Umum: Rest area tol utama (Trans Jawa, Trans Sumatera), beberapa kantor PLN besar
  • Kendaraan Kompatibel: Mobil listrik berdaya besar seperti Hyundai Ioniq 5, BYD Seal, dan mobil EV berstandar CCS2

SPKLU jenis ini adalah yang tercepat saat ini di Indonesia. Cocok digunakan saat mudik karena dapat memangkas waktu tunggu. Namun, pengguna perlu antre karena jumlah unit UFC masih terbatas.

2. SPKLU Fast Charging

  • Daya: 50–100 kW
  • Kecepatan Pengisian: 40–60 menit untuk 80% daya
  • Lokasi Umum: Kantor PLN, rest area tol, SPBU tertentu
  • Kendaraan Kompatibel: Mayoritas mobil listrik di Indonesia seperti Wuling Air EV, DFSK Gelora E, Nissan Leaf, hingga MG4 EV

Fast charging adalah tipe paling umum di SPKLU saat ini. Bisa diandalkan untuk pengisian saat istirahat makan atau salat. Waktu tunggu lebih lama dari UFC, tapi masih terbilang praktis.

3. SPKLU Medium Charging

  • Daya: 22 kW
  • Kecepatan Pengisian: 2–4 jam untuk pengisian penuh
  • Lokasi Umum: Gedung perkantoran, mal, hotel
  • Kendaraan Kompatibel: Semua mobil listrik dengan tipe konektor AC

SPKLU jenis ini lebih cocok untuk pengisian sambil parkir lama di hotel atau tempat wisata. Tidak ideal untuk perjalanan mudik yang membutuhkan efisiensi waktu tinggi.

4. SPKLU Slow Charging (Home Charging)

  • Daya: 3,3 – 7,4 kW
  • Kecepatan Pengisian: 6–10 jam untuk penuh
  • Lokasi Umum: Rumah pribadi atau tempat inap (villa/homestay)
  • Kendaraan Kompatibel: Semua mobil listrik, tergantung kabel bawaan dan charger port

Tipe ini umumnya digunakan di rumah dengan home charging unit. Untuk mudik, ini bisa menjadi opsi pengisian saat menginap di kampung halaman, asalkan ada instalasi listrik memadai dan alat pengisi daya disiapkan sebelumnya.

Jenis Konektor yang Digunakan SPKLU

Mobil Listrik

Dalam SPKLU, tipe konektor sangat penting karena tidak semua kendaraan EV memiliki port yang sama. Di Indonesia, tipe konektor utama yang digunakan adalah:

  • AC Type 2 (Mennekes): Umum digunakan untuk pengisian menengah dan lambat
  • DC CCS2 (Combined Charging System 2): Untuk fast charging dan ultra fast charging
  • GB/T: Digunakan pada beberapa mobil listrik asal Tiongkok, meskipun mulai ditinggalkan
  • CHAdeMO: Mulai jarang digunakan di Indonesia (umumnya di Nissan Leaf lama)

Pastikan mobil listrik Anda mendukung konektor yang sesuai dengan SPKLU di sepanjang rute mudik. Gunakan aplikasi seperti Charge.IN by PLN, MyPertamina, atau aplikasi masing-masing produsen mobil untuk mengetahui titik pengisian dan jenis konektor yang tersedia.

Tips Mudik Nyaman Pakai Mobil Listrik

1. Rencanakan Rute dan Titik SPKLU

Gunakan peta digital dan aplikasi khusus SPKLU untuk merancang rute mudik yang memiliki titik pengisian strategis. Hindari kehabisan baterai di daerah minim infrastruktur.

2. Isi Daya Maksimal Sebelum Berangkat

Pastikan baterai mobil penuh sebelum mulai perjalanan. Manfaatkan home charging atau SPKLU terdekat dari rumah.

3. Perhatikan Kecepatan dan Beban Mobil

Kecepatan tinggi dan beban berlebih (penumpang + barang) akan mempercepat konsumsi daya. Berkendaralah dengan efisien untuk memperpanjang jarak tempuh.

4. Jangan Tunggu Baterai 0% untuk Isi Ulang

Sebaiknya mulai mengisi ulang saat daya baterai tersisa 20–30%. Ini memberi margin aman jika terjadi antrean di SPKLU atau gangguan teknis.

5. Siapkan Alternatif Penginapan dengan Akses Listrik

Jika Anda menginap di hotel atau rumah saudara, pastikan tempat tersebut memiliki akses colokan listrik yang memungkinkan Anda menyalakan portable charger.

PLN Siapkan Layanan SPKLU Mudik 2024–2025

Menjelang musim mudik, PT PLN (Persero) telah mengumumkan penambahan titik SPKLU di sepanjang jalur tol Trans Jawa, jalur Pantura, serta beberapa titik di Sumatera dan Bali. PLN juga menyediakan layanan darurat kendaraan listrik, termasuk mobil pengisi daya keliling dan nomor darurat di tiap daerah.

Dengan sistem digitalisasi melalui Charge.IN, pengguna EV bisa memantau ketersediaan unit SPKLU, tarif pengisian, serta estimasi waktu antre secara real-time.

Mudik Aman dan Cerdas dengan EV? Bisa! Asalkan Pahami SPKLU

Mudik dengan mobil listrik kini bukan lagi hal mustahil, bahkan bisa menjadi pengalaman baru yang ramah lingkungan dan hemat biaya operasional. Kuncinya adalah memahami jenis-jenis SPKLU, fitur kendaraan, dan perencanaan rute yang matang.

📌 Dengan jumlah SPKLU yang terus meningkat dan dukungan dari pemerintah serta PLN, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia makin siap melayani perjalanan jauh. Jadi, bagi Anda yang berniat mudik dengan EV, pastikan Anda tidak hanya mengandalkan peta, tapi juga wawasan soal tipe SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur mudik.

Karena perjalanan mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tapi juga soal bagaimana kita bisa sampai dengan aman, nyaman, dan cerdas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *